Cerpen "Pejuang Sebatang Kara"
PEJUANG SEBATANG KARA (Oleh Sunartin) Sumber foto: kabarhandayani.com Tubuh mungilnya semakin berotot, karena tiap hari mengangkat beban. Beban yang dipikulnya cukup berat. Begitu juga beban hidupnya. Tiap hari harus turun gunung naik gunung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rumah panggung satu-satunya di pasir itu. Tampak asri dan sejuk, dengan hamparan petak sawah membentuk terasering yang indah. Hamparan padi menghijau bak permadani membuat hati tenang, tentram semua mata memandang. Sosok gadis mungil tumbuh remaja. Teman sebayanya sering memanggil Yuyun. Nama aslinya Kowiyun, yang tak pernah ketinggalan dari Mak Ihat seorang nenek renta yang setia mengasuh Yuyun dari bayi. Ikatan batin Yuyun ke Emaknya seperti ke ibu kandungnya sendiri. Padahal Yuyun tak pernah bertemu sekali pun dengan kedua orang tuanya. Yuyun tahu ayah dan ibunya hanya dari cerita Emaknya. Seperti di negeri dongeng orang tua yang tak merindukan anaknya. Yuyun belum paham sepenuhnya, karena kasi...