Cerpen "Cinta Alpha Beta""
CINTA ALPHA BETA
(Oleh Sunartin)
Kriiiing......kriiiiing........kriiiing bel memanggil-manggil siswa agar masuk kelas. Jam istirahat sudah habis. Sekarang masuk jam pelajaran ke empat. Saatnya jam pelajaran Matematika. Pelajaran yang banyak rumus-rumusnya. Untuk mendapatkan hasilnya butuh proses pengerjaan yang panjang. Sama sepertimu Beta. Kau gadis cantik, mungil, ceria. Tiada hari tanpa canda dan tawa. Membuat suasana kelas sebelah jadi hangat. Tanpa Beta kelas hampa, meskipun ada Alpha di samping kelas Beta.
Alpha tak banyak bicara cuma kerja....kerja.....dan kerja....mengerjakan tugas-tugas pelajaran eksak menjadi makanan sehari-harinya.
"Alpha...hai....apa kabar? Gimana kabar PR nya sudah beres?"tanya Beta yang baru masuk kelas habis istirahat ngelayap ke kelas sebelahnya mencari orang yang sudah mengerjakan PR Matematika dengan buku catatan di balik badannya.
"Eh...Beta...saya sudah mengerjakan PR. Kamu mau lihat pekerjaanku?"tanya Alpha. Meskipun pelan jawabannya tapi Alpha cukup paham dengan tingkah Beta yang pura-pura nanya kabar. Eh...ujung-ujungnya kabar PR. Dan itu jawaban yang diharapkan.
Beta dengan terburu-buru memindahkan rumus-rumus sampai dengan hasil akhirnya. Katanya PR Matematika itu susah ya...tapi kok buatku lebih mudah. Karena ada....Alpha. Tapi.....kenapa ya Alpha baik banget padaku. Padahal kalo orang pintar agak sulit memberi hasil PR ke yang lain, karena itu hasil mikir yang keras dan butuh proses yang tidak mudah kan?
Akh...sudah lah aku ga mau ribet-ribet mikir kaya rumus Matematika. Yang tau jawabannya hanya hati Alpha.
Beta tahu Alpha pernah deket dengan sosok gadis anggun, pintar, dan syar'i. Kata teman-teman itu teman dekatnya. Namun akhir-akhir ini katanya Alpha sudah putus, karena banyak rumus-rumus yang perlu dipahami tentang Alpha. Makanya berakhir sudah hubungannya.
Mulanya iseng-iseng saja gangguin teman laki-laki, pendiam, dan pinter. Biar lebih gaul ceria, dan lebih akrab.
"Jangan terlalu serius Alpha nanti cepet tua ha ha ha...mana ada orang yang suka sama lho"celoteh Beta. Ayo kita ke kantin. Refreshiiing sambil ngisi perut. Nanti kan semangat lagi mengerjakan tugas-tugasnya.
Lama-lama Alpha merasa nyaman berteman dengan Beta yang bawel. Seiring berjalannya waktu Alpha mulai tumbuh daun "eceng". Kemana-mana, pergi bersama. Di mana ada Alpha pasti ada Beta
Anak-anak sudah bisa membacanya, bahwa Alpha suka sama Beta. Buktinya, ketika acara jalan santai sampai finish di Lapangan, Alpfa dan Beta merumput sambil menatap masa depan. Hal tersebut sampai juga ke ibu Beta. Ternyata anak ibu suka bareng dengan Alpha si otak encer. Masa? Si Beta mau sama Alpha yang perawakannya pendek, gemuk, dan coklat tembaga warna kulitnya.
"Beta.... apa benar kamu ada hubungan dengan Alpha?"ibunya penasaran.
"Tidak bu, saya bareng Alpha hanya teman belajar saja,"jawab Beta.
Ibunya tak percaya begitu saja dengan jawaban Beta. Ada bukti yang menguatkan hal itu. Ibunya pernah melihat ada whatshap dari Alpha. Yang intinya Alpha tidak mau kehilangan Beta sampai kapan pun.
Beta semakin meleleh hatinya oleh Alpha karena perhatiannya, dan si coklat tembaga itu yang bikin dia sosok laki-laki macho dan klepek-klepek. Perjalanan cintanya tak semulus yang diimpikan. Karena terhalang dengan restu orang tua Beta.
Bukan tanpa alasan orang tua Beta lebih selektif kepada Beta karena ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya dan masa depannya. Ibu Beta menginginkan Alpha kuliah yang betul dan bekerja dulu, sedangkan Alpha kuliah iya, sambil mesantren. Kalau pekerjaan gimana nanti saja. Alpha pernah bilang ke ibunya Beta, bahwa jangan mengedepankan urusan duniawi saja. Nah, hal itu yang kurang setuju ibunda Beta. Keinginan ibundanya urusan duniawi dan akhirat pun harus dipikirkan. Padahal Alpha dan Beta sudah diterima di perguruan tinggi yang sama. Tapi tetap orang tua Beta belum yakin karena Alpha belum bekerja
Sekarang Beta banyak menyendiri. Mengurung diri di kamar. Bisa menghirup udara bebas hanya dari jendela kamarnya. Sambil berkata dalam hatinya, "Tidak apa-apa lah Alpha, kita tidak sampai dipersatukan dengan ikatan resmi. Namun kita sudah dipersatukan dalam rumus Matematika itu." Kita selalu bersama, seperti dalam rumus persamaan kuadrat. Tak ada seorang pun yang mampu memisahkan kita. Ok! Semangaaaat! perjalanan hidup kita masih panjang ya sayang...."
💔💔💔

Bagus cerpen nya
BalasHapusTerima kasih , tunggu cerpen selanjutnya ya!
BalasHapusSehat selalu ibu 💐
BalasHapusAamiin semoga kita berada dalam lindungan Allah SWT. Dan selalu berkarya....
HapusAamiin
BalasHapus